Hepatitis B – Penularan Dan Pengobatannya

Hepatitis B – Penularan Dan Pengobatannya

 

Hepatitis BHepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB), anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Pengobatan hepatitis B semakin lama semakin dikembangkan oleh berbagai Negara dan menjadi salah satu perhatian badan kesehatan dunia WHO.

Penyebab Hepatitis ternyata bukan hanya semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan Hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan racun yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain.

Virus Hepatitis B mengganggu fungsi hati dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, yang menghasilkan reaksi spesifik untuk memerangi virus. Sebagai konsekuensi dari kerusakan patologis, hati menjadi meradang. Sebagian kecil orang yang terinfeksi tidak dapat menyingkirkan virus dan menjadi infeksi kronis. Jika ada orang yang sedang menjalani pengobatan hepatitis B dalam keadaan seperti ini, patut diwaspadai karena orang-orang ini berisiko tinggi kematian akibat sirosis hati dankanker hati.

Mencegah penularan virus hepatitis B

Virus hepatitis B ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi – dengan cara yang sama seperti human immunodeficiency virus (HIV). Namun, virus HBV ini 50 sampai 100 kali lebih menular dibandingkan HIV.

Cara utama penularan infeksi dengan HBV adalah:

  • Perinatal (dari ibu ke bayi pada saat kelahiran)
  • Transmisi virus
  • Suntikan dan transfusi
  • Kontak seksual.

Di seluruh dunia, sebagian besar infeksi terjadi dari ibu ke bayi, dan dari penggunaan kembali jarum suntik yang tidak steril dan. Cara melindungi diiri diri terhadap hepatitis B dengan vaksinasi. Vaksin hepatitis B memiliki catatan keamanan dan efektivitas, dan sejak 1982, lebih dari satu milyar dosis telah digunakan di seluruh dunia. Vaksin ini 95% efektif dalam mencegah infeksi kronis dari berkembang. Perlindungan berlangsung selama 20 tahun setidaknya, booster tidak direkomendasikan oleh WHO. Hal ini direkomendasikan sebagai pencegahan bagi mereka yang beresiko maupun pengobatan hepatitis B bagi mereka yang telah terinfeksi.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

STANDAR KOMPETENSI ANALIS KESEHATAN

Kamis, 01 Desember 2011

   Mungkin rekan-rekan sejawat sudah atau belum paham mengenai kompetensi, melalui blog saya ini muda-mudahan kita semua mendapat wawasan pengetahuan yang sangat berharga untuk bekal kerja bagi yang belum bekerja atau bagi yang sudah lama bekerja ( tos sepuh) tidak salah untuk berbenah menjadi lebih profesional lagi.
Ini sangat perlu diketahui karena nantinya tenaga analis kesehatan memiliki dan melakukan sertifikasi sebagai bukti bahwa dia memang kompeten di bidang laboratorium dan berhak menyandang gelar tersebut dan memiliki hak-hak sesuai yang diperuntukkannya terutama tunjangan profesi dan tunjangan kesejahteraan. Penyusunan standar kompetensi dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga analis kesehatan bersaing di pasar bebas global dunia yang bersaing dalam menyajikan kualitas tenaga kesehatan yang kompeten dan ahli di bidang laboratorium kesehatan. Marilah kita bahas secara berurutan.
Arti kata standar dan kompetensi :
Standar diartikan ukuran tertentu yang disepakati dipakai sebagai patokan
Kompetensi diartikan sebagai Kewenangan, kemampuan (kecakapan) untuk melakukan suatu pekerjaan.Jadi Standar Kompetensi adalah pernyataan yang menguraikan keterampilan dan pengetahuan yang harus dilakukan saat bekerja serta penerapannya, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh tempat kerja.
Standar kompetensi analis kesehatan adalah pernyataan mengenai pelaksanaan tugas/pekerjaan di tempat kerja/laboratorium yang digambarkan dalam bentuk hasil keluaran(output) :
1. Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh pekerja/Analis
2. Tingkat kesempurnaan pelaksanaan kerja yang diharapkan dari pekerja/Analis
3. Bagaimana menilai bahwa kemampuan pekerja/Analis telah berada pada tingkat yang diharapkan.
Faktor yang mendukung Kompetensi :
1. Pengetahuan dan ketrampilan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja.
2. Kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda.
Apabila telah menguasai kompetensi, maka dia akan tahu :
1. Bagaimana mengerjakan suatu tugas / pekerjaan
2. Bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
3. Apa yang harus dilakukan, bilamana terjadi sesuatu keadaan yang berbeda dengan rencana semula
4. Bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda.
Apakah SKKNI?
SKKNI adalah STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA, yaitu uraian kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja minimal yang harus dimiliki seseorang untuk menduduki jabatan tertentu yang baku secara nasional ( Kep Menakertrans 227 / 2003)
Struktur Unit Kompetensi :
1.STANDAR KOMPETENSI
Terbentuk atas sejumlah unit kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tertentuk.
2. UNIT KOMPETENSI
Merupakan uraian fungsi dan tugas atau pekerjaan yang mendukung tercapainya standar kompetensi, setiap unit kompetensi memiliki sejumlah sub-kompetensi (elemen)
3. KRITERIA UNJUK KERJA
Merupakan sejumlah fungsi dan tugas atau pekerjaan yang mendukung tercapainya unit kompetensi dan merupakan kegiatan yang dapat diamati.
4. BATASAN VARIABEL
Pernyataan kondisi atau konteks dimana kriteria unjuk kerja tersebut diaplikasikan
5. PANDUAN PENILAIAN
Pernyataan kondisi atau konteks sebagai acuan dalam melaksanakan penilaian.
Format Standar Kompetensi :
Panduan Penilaian adalah informasi khusus tentang ketrampilan dan pengetahuan yang harus dimiliki agar seseorang kompeten dalam unit tersebut.
1. Pengetahuan dan ketrampilan penunjang – menentukan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan agar kompeten dalam suatu unit.
2. Konteks Penilaian – menentukan dimana, bagaimana serta kriteria metoda yang berkaitan dengan penilaian.
3. Aspek penting penilaian – menentukan fokus penilaian terhadap asesi.
4. Kaitan dengan unit lainnya – pedoman penyelenggaraan ataupun penilaian sesuatu atau sejumlah kompetensi.
5. Kompetensi kunci/utama – pada akhir setiap unit kompetensi diidentifikasi tingkat kompetensi utama dari unit tersebut.
Kode Unit :
Bertujuan untuk mempermudah dalam pengelolaan Standar Kompetensi.Terdiri dari beberapa huruf dan angka yang telah disepakati.
Contoh:
1. AK.OPS.007A Mengoperasikan Centrifuge (Kode Unit Kompetensi Diknas)
2. Tes 502 Melakukan Pemeriksaan Hematologi (Kode Unit Kompetensi LAB-OPS)
3. LAB KL03.004.02 Melakukan Pemeriksaan Hematologi (Kode Unit Kompetensi SKKNI)
Judul Unit Kompetensi :
Memberikan penjelasan umum tentang pekerjaan yang harus dilakukan atau menjelaskan suatu pekerjaan yang akan dilakukan. Merupakan fungsi tugas/pekerjaan suatu unit kompetensi yang mendukung sebagian atau keseluruhan standar kompetensi
Contoh:
1. Melakukan Pemeriksaan Hematologi (LAB.KL03.004.02)
2. Mengoperasikan Centrifuge (LAB.KL01.001.01)
Deskripsi Unit :
1. Penjelasan singkat tentang unit tersebut berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilakukan
2. Uraian memberikan penjelasan singkat kegunaan kompetensi tersebut dan Kemungkinan berhubungan dengan kompetensi lain (bila ada).
Elemen Kompetensi :
1. Merupakan elemen-elemen yang dibutuhkan untuk tercapainya unit kompetensi tersebut diatas (untuk setiap unit biasanya terdiri dari 3 hingga 5 elemen/sub kompetensi)
2. Elemen/sub kompetensi merupakan dasar pembentukkan standar kompetensi atau
3. Merupakan elemen aspek utama yang dibutuhkan untuk tercapainya unit kompetensi tersebut.
Kriteria Unjuk Kerja :
1. Pernyataan tentang hasil atau output yang diharapkan untuk setiap elemen/sub kompetensi yang dinyatakan dalam kalimat dan terukur
2. Pernyataan yang mengidentifikasikan hasil akhir yang perlu dinilai, bila kompetensi tersebut telah dicapai
3. Kriteria unjuk kerja ini merupakan standar unjuk kerja untuk setiap elemen/sub kompetensi
4. Untuk setiap elemen/sub kompetensi biasanya mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap (KSA)
Batasan Variabel :
Menunjukkan sejumlah fungsi yang berbeda, antara lain :
1. Menunjukkan hubungan antara pekerjaan yang dilakukan
2. Mengkaitkan unit kompetensi dengan pengetahuan dan kebutuhan perusahaan
3. Informasi mengenai peralatan dan fasilitas yang diperlukan
4. Peraturan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku sebagai referensi
Panduan Menilai :
1. Menunjukkan penilaian yang harus dilakukan
2. Persyaratan awal yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit yang dimaksud tersebut
3. Informasi tentang pengetahuan dan keterampilan terkait yang diperlukan dan mendukung tercapainya kompetensi yang dimaksud
4. Aspek-aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi dimaksud
5. Pernyataan tentang jenjang/level kompetensi kunci /utama unit yang dimaksud
6. Panduan penilaian/indikator kompetensi berhubungan dengan unit kompetensi secara terpadu dan memberikan panduan interpretasi standar kompetensi dan penilaian terhadap standar kompetensi
7. Panduan penilaian dapat memberikan :
a. Aspek dari kompetensi yang perlu diberikan tekanan pada saat penilaian
b. Penilaian apa yang perlu dilakukan bersamaan
c. Pengetahuan yang diperlukan, terkait dan mendukung tercapainya kompetensi tersebut
d. Menjelaskan tentang metode penilaian
e. Kompetensi kunci/utama.
Kompetensi Utama :
1. Kemampuan dasar atau generik yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan/tugas di suatu perusahaan/industri.
2. Suatu kompetensi umum yang dapat ditemukan dalam setiap pekerjaan, tetapi menopang kompetensi spesifik dari perusahaan itu
3. Kompetensi kunci diperlukan agar aktivitas pekerjaan dapat berfungsi normal
4. Merupakan bagian dari proses penilaian secara kesatuan/keseluruhan (holistik).
Level Kompetensi Kunci :
1. Level kompetensi dimaksudkan sebagai pengelompokkan tingkat kemampuan dalam menyelesaikan suatu tugas/pekerjaan berdasar pada derajat kesulitan atau kompleksitas pekerjaannya.
2. Kompetensi kunci dapat dilaksanakan dalam salah satu dari level.
3. Pengelompokkan tingkat kemampuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, berdasarkan kesulitan atau kompleksitas pekerjaan dapat dibagi 3 (tiga) tingkatan/level
Level Kompetensi Kunci :
1. Level 1 : Mengerjakan tugas rutin menurut cara yang telah ditentukan, bersifat sederhana dan merupakan pengulangan serta sewaktu-waktu sering diperiksa perkembangannya.
2. Level 2 : Mengerjakan tugas yang lebih luas dan lebih rumit/kompleks yang ditandai dengan peningkatan otonomi pribadi terhadap pekerjaannya sendiri dan pekerjaan tersebut kemudian diperiksa oleh atasan setelah pekerjaan selesai.
3. Level 3 : Mengerjakan kegiatan rumit / kompleks dan tidak rutin, yang dikerjakan sendiri dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan orang lain.
Matriks Pengujian Berdasarkan Metode Penilaian :
1. Tiap Kriteria Unjuk Kerja dinilai dengan cara yang sama atau berbeda tergantung dari kriteria unjuk kerja tersebut.
2. Metode penilaian :
a. Peragaan ketrampilan/praktek/observasi
b. Pertanyaan : Tertulis dan Lisan
c. Buku Catatan Laboratorium
d. Catatan/Laporan Pihak Ketiga
e. Catatan/Laporan Peserta
Paket Kualifikasi ke dalam SKKNI dilakukana antara lain dapat dilakukan dengan tiga langkah:
1. Melakukan analisis unit-unit kompetensi berdasar pada karasteristik yang dimiliki.
2. Pemetaan bidang dan sub pekerjaan dari tempat kerja/lapangan.
3. Analisis diskripsi kerangka kualifkasi.
Paket-Paket Unit Kompetensi Analis Kesehatan :
1. Paket Dasar
1. Menerima dan mempersiapkan sampel untuk pemeriksaan Patologi
2. Mengoperasikan sentrifuge
3. Mengoperasikan pipet
4. Bekerja aman sesuai dengan prosedur dan kebijakan
5. Mempersiapkan larutan kerja dan larutan standar
6. Melakukan tes dasar
7. Mengoperasikan mikroskop.
2. Paket Kimia Klinik 1(Paket Dasar)
1. Reading and understanding English laboratory procedures
2. Melakukan teknik / alat spektrometri
3. Melakukan pemeriksaan kimia klinik
4. Melakukan pemeriksaan urin
5. Melakukan pemeriksaan faeces
6. Membuat kontribusi untuk tujuan kualitas
3. Paket Kimia Klinik 2 (Paket 1)
1. Melakukan pemeriksaan sperma
2. Melakukan pemeriksaan cairan tubuh
3. Menghitung jumlah sel dalam sampel biologi
4. Paket Kimia Klinik 3 (Paket 2)
1. Mengkalibrasi dan memelihara instrumen
2. Menerapkan sistem kualitas dan proses perbaikan yang berkelanjutan
3. Menggunakan piranti lunak aplikasi laboratorium
4. Reading and Understanding English Equipment Manual
5. Paket Hematologi1 (Paket Dasar)
1. Reading and understanding English laboratory procedure
2. Menghitung jumlah sel dalam sampel biologi
3. Membuat kontribusi untuk tujuan kualitas
4. Melakukan pemeriksaan Hematologi
6. Paket Hematologi 2 (Paket 1)
1. Menerapkan sistem kualitas dan proses perbaikan yang berkelanjutan
2. Menggunakan piranti lunak aplikasi laboratorium
3. Reading and understanding englishequipment manual
4. Melakukan pemeriksaan hematologi (koagulasi dan agregasi)
7. Paket Imunologi Serologi 1 (Paket Dasar)
1. Reading and understanding English laboratory procedures
2. Melakukan teknik / alat spektrometri
3. Melakukan pemeriksaan Imunologi -serologi
4. Membuat kontribusi untuk tujuan kualitas
8. Paket Imunologi Serologi 2 (Paket 1)
1. Menerapkan sistem kualitas dan proses perbaikan yang berkelanjutan
2. Menggunakan piranti lunak aplikasi laboratorium
3. Melakukan pemeriksaan imunoserologi (metode diluar aglutinasi)
4. Reading and understanding english equipment manual
9. Paket Mikrobiologi 1 (Paket dasar)
1. Reading and understanding English laboratory procedures
2. Melakukan prosedur laboratorium biologi : pewarnaan preparat olesan, hapusan dan preparat utuh.
3. Teknik bekerja aseptik
4. Membuat media perbenihan
5. Menghitung jumlah sel dalam sampel biologi
6. Melakukan pemeriksaan bakteriologi klinik
7. Membuat kontribusi untuk tujuan kualitas.
10. Paket Mikrobiologi 2 (Paket 1)
1. Melakukan pemeriksaan Mikologi klinik
2. Melakukan pemeriksaan Protozoologi klinik
3. Reading and understanding english equipment manual
4. Menerapkan kualitas dan proses perbaikan berkelanjutan.
11. Paket Mikrobiologi 3 (Paket 2)
1. Melakukan pemeriksaan virologi
2. Memelihara sistem mutu dan peningkatan mutu berkelanjutan
3. Menggunakan piranti lunak aplikasi laboratorium
12. Paket Administrasi dan Manajemen Lab
1. Menggunakan piranti lunak aplikasi laboratorium
2. Memahami praktek laboratorium yang benar (GLP)
3. Reading and understanding English equipment manuals
4. Reading and understanding English laboratory procedures
5. Berkomunikasi dengan orang lain
6. Menyediakan informasi untuk pelanggan
7. Memelihara dan mengontrol stok bahan kimia
8. Penjadwalan kerja untuk kelompok kecil
Demikianlah yang dapat saya sampaikan muda-mudahan dapat bermanfaat bagi saya pribadi maupun rekan analis dimanapun berada, salam hangat dari anak negeri.
wassalam .
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Tugas Kuliah

Tugas SPSS file pdf.Tugas General Linear Model

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Tugas Kuliah

TUGAS ANALISIS STATISTIK NON PARA METRIKgas SPSS file pdf. Tugas General Linear Model

Categories: Uncategorized | Leave a comment

TUGAS SPSS FILE PDF

Tugas General Linear Model

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Pendatang baruuu … nyuwuuun sewuu njeeh …..

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa Sites. Anda telah berhasil mendaftarkan blog Anda di Blog Mahasiswa UNIMUS. Silahkan login menggunakan username dan password yang telah dikonfirmasi. Untuk desain, ubahlah theme standart Anda ke theme yang sudah kami sediakan sesuai dengan yang Anda sukai.

Terima kasih

Categories: Uncategorized | 1 Comment